ngeblog itu menyenangkan | karakter blog berpengaruh pd komentar

Meninggalkan
komentar di suatu
blog yang kita
kunjungi, sudah
merupakan budaya
yang berlaku buat
aktivis blogger di
manapun berada.
Walau masih ada
segelintir orang yang
mungkin
menganggap itu
bukan budaya,
melainkan trik untuk
membangun traffic.
Namun, bagi
sebagian kita,
berkomentar lambat
laut menjadi suatu
kebiasaan. Karena
adanya ketertarikan
dan terpanggil, untuk
memberikan
tambahan pemikiran,
terhadap tema
wacana di sebuah
blog yang kebetulan
kita singgahi.
Lalu, bagaimanakah
cara berkomentar
yang baik,
berkualitas dan
selalu di kenang
terutama oleh
pemiliknya. Dan
secara umum buat
para pengunjung lain
yang kebetulan
membaca komentar
kita. Sehingga kita
bisa menerima
respon tulus yang
berkata, ”mantap
juga nih
pemikirannya!”.
Lagi-lagi saya
mengedepankan
pendapat-pendapat
yang beraneka
ragam warnanya.
Sehingga akan sulit
mengatakan mana
komentar yang
berkualitas mana
yang tidak. Namun
tetap ada
pendekatan yang
cukup baik untuk
menjawab
kesimpangsiuran itu.
Dan saya
memberikan istilah
itu, bukan sebagai
komentar
berkualitas.
Melainkan komentar
yang berkaitan
dengan tema
wacana yang sedang
di bicarakan.
Singkatnya,
komentar
berkualitas adalah
yang ”Berkorelasi
kuat”.
Jadi apapun
komentarnya, selagi
itu bersinggungan
dengan tema
wacana yang sedang
di bicarakan. Buat
saya itu adalah
komentar yang
berkualitas. Sebab,
pemikiran itu, adalah
output dari refleksi
wacana yang di
peroleh dari hasil
pemikiran kita juga.
Singkatnya, kualitas
komentar
pengunjung, akan
sangat di pengaruhi
oleh cara seorang
penulis / blogger
mengutarakan
pemikirannya.
Bagaimana luwesnya
seorang penulis blog
menyampaikan
gagasan yang bisa di
terima oleh
pembaca.
Jadi sebenarnya ini
adalah tantangan
buat seorang
penulis / blogger.
Bagaimana upaya
yang bisa dilakukan
untuk meningkatkan
respon pembacanya.
Sebab jika komentar
yang di tinggalkan
terkesan monoton,
itu artinya, perlu
melakukan
intropeksi. apakah
tulisan kita sudah
memancing, sudah
menjawab
persoalan, atau pun
sebenarnya masih
masuk kategori
monoton.
Atau mungkin, ada
rasa enggan yang
disebabkan ketidak
sesuaian atau
ketidak seleraan
atau ketidak
tertarikan atau
ketidak-tidakan
yang lainnya …
pokoke tidak
harmonis yang di
alami oleh pembaca.
Jadi refleksi
pembaca adalah
ukuran dari kualitas
tulisan kita. Cara
pembaca
meningalkan
komentar sangat di
tentukan oleh
karakter blog yang di
bacanya. Jadi buat
saya, fleksibilitas
pembaca akan
sangat di pengaruhi
oleh blog-blog yang
di singgahinya.
Saya sendiri sebagai
pembaca sekaligus
komentator,
mengalami
fleksibilitas yang
saya sebutkan tadi.
Misalakan jika saya
berkunjung ke blog
Mas Khery Sudeska.
Tentu komentar
saya berbeda jika
saya berkunjung ke
Blognya Mashengky.
Di blog mas Khery,
saya bisa
berkomentar
panjang lebar,
saya bisa
memaparkan
suatu persoalan
dengan lebih luas
dan mendalam.
Saya bisa
mengkritisi di
celah-celah
gagasannya yang
saya rasa masih
bisa di isi dengan
argumentasi yang
padat. Sebab
karakter
materinya
memancing saya
untuk melakukan
itu.
Sedangkan di
blognya
Mashengky, saya
tidak bisa begitu.
Kalau saya
lakukan hal yang
sama dengan apa
yang saya
lakukan di
blognya mas
Khery, saya bisa
di semprot. Di
tertawain dan
ledekin. Sebab,
karakter
penulisan dan
materi yang di
sajikan jelas
berbeda.
Mashengky lebih
mengutamakan
pesan-pesan
singkat, praktis
namun tepat
sasaran dengan
ciri khas yang
humoris.
Contoh lain lagi…
Kalau saya
berkunjung ke
blognya Mas
Iskandaria, saya
pun bisa
mengkritisi
materinya, saya
bisa memberikan
masukan yang
mungkin berguna
untuk
membangun
kontentnya.
Sebab karakter
mas iskandar ini
memang kritis
dan analitis. Jadi
saya bisa
melakukan hal
yang sama
dengan karakter
pemilik blognya.
Dan saya yakin,
mas iskandar
sangat responsif
dengan
pemikiran-
pemikiran yang
kritis dan
membangun.
Jadi yang ingin saya
katakan, bawah cara
kita berkomentar,
akan di pengaruhi
oleh karakter blog
yang kita kunjungi.
Walau mungkin kita
tidak sadar akan hal
itu.
Selain sebab itu.
Faktor ”diri” pun,
tetap ikut
menentukan. Siapa
diri kita, bagaimana
cara kita
memandang
persoalan, dan
bagaimana sikap kita
terhadap suatu
kejadian dan
sebagainya. Akan di
tentukan oleh
kualitas diri kita.
Jadi Kualitas
komentar kita, selain
faktor umpan balik
dari wacana yang
kita baca. Pun di
pengaruhi juga oleh
faktor ”ilmu”.
Pengetahuan,
ketertarikan, hobby
dan tabungan
wacana yang kita
miliki, akan terlihat
dari cara kita
berkomentar.
Jadi kesimpulannya,
faktor blog itu
sendiri dan faktor
pembaca, akan
mengalami proses
dialektika.
Maksudnya, proses
umpan balik yang
natural, selektif dan
fokus. Nantinya
waktu yang akan
menentukan. Mana
blog yang nyaman
untuk di singgahi dan
mana komentar
yang nyaman untuk
di terima.Maka
lahirlah suatu
hubungan
persahabatan yang
langgeng.
Nah segitu dulu yah,
sumbangan wacana
saya. semoga bisa
menambah bahan
obrolan di sela-sela
kesibukan anda..

Perihal belajargo
Unknow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: